LABUAN BAJO — Akselerasi transformasi digital di ruang kelas kembali mendapat angin segar. Bertempat di SMAK St. Ignatius Loyola, Labuan Bajo, Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sukses digelar untuk membekali para pendidik menghadapi era persekolahan yang modern, adaptif, dan responsif.
Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Merry Sagay, S.Pd., Gr, memaparkan tiga pilar kunci yang menjadi fondasi keberhasilan sekolah berbasis digital. Beliau menekankan bahwa digitalisasi bukan sebatas memindahkan teks buku ke layar monitor, melainkan sebuah ekosistem yang saling terhubung.
“Keberhasilan digitalisasi pendidikan berdiri di atas tiga tumpuan utama: kesiapan teknologi yang mencakup integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan stabilitas jaringan; ketersediaan ruang kelas yang kondusif; serta keberanian guru dalam merancang proses pembelajaran berbasis digital yang benar-benar interaktif,” jelas Ibu Merry di hadapan para peserta.
Dalam pelatihan ini, jajaran guru dari SMA Muhammadiyah Boleng berkesempatan menyerap berbagai wawasan teknis serta terobosan platform edukasi terkini. Para pendidik diajak membedah dan mempraktikkan langsung beragam fasilitas digital yang disediakan pemerintah, seperti Papan Informasi Digital (PID) hingga Hard Disk Drive (HDD) berisi konten edukatif terintegrasi.
Tak hanya berhenti pada fasilitas resmi pemerintah, pelatihan ini juga memantik kreativitas peserta lewat eksplorasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Para guru diajak mengoptimalkan fitur-fitur pintar seperti AI Canva untuk merancang media ajar visual, presentasi interaktif, hingga bahan ajar multimedia yang memikat perhatian siswa modern.

Keikutsertaan perwakilan pendidik SMA Muhammadiyah Boleng dalam agenda di SMAK St. Ignatius Loyola ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan zaman. Bekal keterampilan mengenai infrastruktur teknologi, penguasaan fasilitas digital pemerintah, hingga pemanfaatan AI siap diimplementasikan langsung di kelas demi menghadirkan suasana belajar yang seru, bermakna, dan relevan.



